Tips Mengatasi Deman Pada Balita

Tips Mengatasi Deman Pada Balita – Pada kesempatan kal ini, kami akan membagikan informasi dan artikel yang berhubungan dengan Tips Mengatasi Deman Pada Balita. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja anda menyimak ulasan artikel di bawah ini :

Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas lebih dari 37 derajat Celcius, maka balita dikatakan demam.

Penyebab umumnya adalah adanya infeksi, terutama infeksi virus. Bila tubuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut, suhu tubuhnya akan kembali normal dengan sendirinya. Ibu tetap bisa tenang, apalagi jika saat demam pada balita mereda. Anak relatif masih aktif atau mau main, dan tampak riang.

Tips Mengatasi Deman Pada Balita

Tips Mengatasi Deman Pada Balita

 

Berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama pada anak atau bayi yang menderita demam :

  1. Memperbanyak asupan cairan bagi anak / bayi. Memberikan cairan yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi, misalnya dengan memberinya air putih yang cukup, sari buah, maupun makanan berbentuk cair. Untuk bayi di bawah 1 bulan, sebaiknya cukup menyusui ASI yang cukup.
  2. Rajin mengontrol suhu tubuh anak dengan termometer yang tepat untuk anak / bayi. Contohnya untuk bayi usia 0 hingga 3 bulan, pakailah termometer yang digunakan lewat anus, untuk bayi 3 bulan hingga 4 tahun bisa digunakan termometer anus maupun yang dipakai lewat mulut. Untuk anak usia 4 tahun ke atas gunakan termometer yang dipakai lewat mulut. Sebaiknya hindari menebak suhu tubuh anak jangan hanya dengan tangan, pakailah termometer.
  3. Jangan memakaikan anak pakaian maupun selimut yang tebal, pakaikanlah pakaian yang tipis. Hal ini bertujuan untuk mencegah overheating (suhu panas berlebih). Selain itu, dengan menggunakan pakaian yang tipis, bayi atau anak akan bebas bergerak dan hal ini juga dapat mengurangi resiko terjadinya kejang. (baca juga : bahaya bayi kuning yang menimbulkan kejang)
  4. Selalu rutin mengganti pakaian anak agar ia selalu merasa nyaman. Sebaiknya memilih pakaian yang berbahan katun yang dapat menyerap panas dan keringat anak / bayi.
  5. Kompres anak dengan menggunakan air hangat (30 hingga 32 derajat celcius). Hindari penggunaan air dingin maupun alkohol pada saat mengompres, karena dapat memicu penyempitan pembuluh darah bawah kulit si anak yang justru akan mengakibatkan terperangkapnya suhu panas di dalam bagian tubuh yang lebih dalam. Selain itu, penggunaan alkohol dapat meningkatkan resiko keracunan saat kandungan alkohol terserap kulit bayi.
  6. Memberikan makanan bayi dengan tekstur yang lembut serta rendah serat serta gizi yang seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, seperti biskuit, roti, sereal, maupun bubur. Hindari pemberian makanan pedas pada anak.
  7. Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup. (Baca juga : pola tidur bayi yang baik)
  8. Tidurkan / baringkan anak di suhu ruangan yang nyaman, yaitu tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.
  9. Terapi dekapan bunda. Terapi skin to skin antara ibu dan anak sangat efektif untuk memberikan rasa nyaman pada mereka. Anak / bayi akan lebih merasa terlindungi dan aman saat berada dipelukan ibu.
  10. Memberikan obat penurun panas. Pemberian obat seperti paracetamol, acethaminophen, maupun ibuprofen dapat membantu meringankan demam pada anak. Untuk anak-anak yang berusia di bawah 3 bulan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum pemberian obat-obatan tersebut. Jangan terburu-buru memutuskan untuk memberikan obat-obatan tersebut, jadikan itu pilihan terakhir jika ternyata suhu badan anak / bayi tidak juga menurun. Berikan obat-obatan tersebut jika suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius.

Bila temperatur tubuh balita semakin tinggi, segera lakukan ini :

  • Ukur suhu tubuhnya. Lakukan melalui ketiak, telinga atau anus. Jangan mengukur suhu tubuh balita sehabis mandi, karena suhu yang terukur lebih rendah dari sushu sebenarnya.
  • Bila demam pada balita tidak terlalu tinggi (kurang dari 37,5 derajat celcius), tidak perlu dikompres. Susui saja atau berikan minum sesering mungkin untuk mencegah terjadinya dehidarasi atau kekurangan cairan.
  • Bila demam pada balita tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius) atau ia gelisah, hindari memberinya obat penurun panas sebelum Anda mengonsultasikannya dengan dokter. Buat ia nyaman dengan mengompresnya dengan air hangat di bagian ketiak dan lipatan pahanya.
  • Pakaikan baju yang tipis, hindari membedong atau membungkusnya dengan selimut. Usahakan agar bayi berada di ruangan yang nyaman, sirkulasi udaranya baik dan suhunya tidak pengap atau suhu ruang panas.

Segera ke dokter jika :

  • Suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, untuk bayi di bawah 1 bulan suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat celcius.Tidak mau menyusu atau sudah mengalami dehidrasi dengan gejala frekuensi buang air kecilnya berkurang dan berwarna pekat.
  • Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan.
  • Lemas, tidur terus menerus dan sulit dibangunkan.
  • Sesak napas.
  • Muntah atau diare terus menerus.

Demikianlah postingan artikel mengenai Tips Mengatasi Deman Pada Balita. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, anda semakin tahu cara dan tips menjaga kesehatan pada anda yang masih bayi/balita. Sekian dan terima kasih atas perhatiaanya.

Tips Mengatasi Deman Pada Balita | Tips Perawatan | 4.5
Leave a Reply