Monday, 01 September 2014

Perkembangan Perawatan Luka

Perkembangan Perawatan LukaSaat ini berkembang pengetahuan tentang merawat luka di Indonesia, perawatan luka modern, evidence based, herbal, dll. sebetulnya bagaimana merawat luka kita sehingga dapat sembuh lebih cepat dan lebih baik? bagaimana dengan perawatan luka tradisional yang masih banyak digunakan di pelayanan kesehatan yang  ada di Indonesia?

Pada dasarnya luka sembuh dengan sendirinya, tanpa di rawat dengan baik sekalipun luka akan sembuh. Pada kondisi tertentu kemudian luka tidak dapat sembuh, misal saat kadar gula dalam darah meningkat (hiperglikemia), saat terjadi penyumbatan di pembuluh darah baik arteri maupun vena, saat keadaan malnutrisi (kelebihan ataupun kekurangan), saat terjadi infeksi lain dalam tubuh, ataupun karena ada infeksi di luka itu sendiri. kondisi-kondisi inilah yang membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan luka. Jika kondisi ini tidak diperhatikan maka luka akan suli sembuh bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota tubuh bahkan hingga kematian.

Perkembangan perawatan luka saat ini adalah dengan konsep lembab atau tidak kering maupun tidak basah, mengapa demikian? ternyata dengan suasana lembab yang seimbang, dapat meningkatkan efektifitas kerja tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan lukanya. dengan konsep ini juga kita akan mendapatkan keuntungan lainnya, diantaranya:

  1. Luka tidak sakit saat dibuka (kecuali ada penyumbatan pembuluh darah)
  2. Nyaman digunakan, tidak harus diganti setiap hari tidak juga sehari dua kali
  3. Bekas luka tidak terlalu kelihat
  4. Keloid tidak terbentuk
  5. Kecacatan lainnya dapat dihindari

Perkembangan Perawatan Stoma

Stoma adalah lubang diperut yang sengaja dibuat karena permasalahan tertentu untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh baik dalam bentuk feses (e’e) maupun uriine (feses), ataupun untuk makan (gastrostomi), dan untuk bernafas(trakheostomi).

Macam-masam stoma

Secara sederhana stoma dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. stoma usus besar (kolostomi), keluaran fesesnya padat
  2. stoma usus kecil (ielustomi), keluaran fesesnya cair atau kental
  3. stoma untuk pipis (urostomi), keluarannya urin

Bentuk stoma lainnya: gastrostomy, jejunustomi, trakheostomi, ileal conduit, cystostomy, nephrostomi, ureterostomi, dll. 

Stoma bukanlah kutukan, bukan juga sesuatu yang memalukan, memang secara fisik mengalami kecacatan, namun hal ini dilakukan guna mengatasi penyakit yang sesungguhnya dan memperpanjang usia kehidupan (untuk kasus karena kanker kolon dan kanker pencernaan atau perkemihan lainnya).

Stoma dapat sementara (bisa disambung lagi) dan dapat juga selamanya (seumur hidup dengan stoma), dengan mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan yang tepat dan mendapatkan dukungan dari ostomate lainnya dan perawat ET / WOC maupun dokter bedahnya, maka kualitas hidup para pemilik stoma (ostomate) dapat meningkat dan dapat menjalani kehidupan atau kegiatan sehari-hari tanpa kendala. Ingatlah 3 S : See, Site, Stoma sebelum dan sesudah mempunyai stoma, yaitu:

  1. See, atau melihat, mengajak bicara, memberikan pengetahuan tentang stoma, apa yang akan dilalui sebelum, selama dan setelah dioperasi, tindakan selanjutnya bagaimana, kenalkan dengan ostomate lainnya dan perkumpulan yang mewadahinya, dll oleh petugas kesehatan terkait (dokter dan perawat)
  2. Site, tentukan letak stoma (stoma siting) yang baik oleh perawat ET/WOC-nya sehingga meminimal kemungkinan komplikasi stoma seperti prolaps, hernia, dll. Perawat ET (Enterostomal Therapy) atau WOC (Wound, ostomy, Continence) adalah perawat yang memiliki sertifikat khusus dan telah di latih kemampuannya untuk melakukan stoma siting sebelum operasi.
  3. Stoma, komunikasi dengan dokter bedah yang akan membuat stoma dan perawat yang memiliki kemampuan merawat stoma. yakinkan stoma anda stoma yang sehat dan dapat dirawat dengan mudah.

Related Posts to "Perkembangan Perawatan Luka"

Response on "Perkembangan Perawatan Luka"

Muhammad Risalon Google+
Jasa Like Fanpage Facebook Murah