Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar

Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar – Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu).

Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar

Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar

Salah satu risiko penggunaan elpiji ( LPG ) adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan menusuk hidung.

Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan mengubah volumenya menjadi lebih besar.

Baiklah, langsugng saja menyimak pembahasan utama kita pada kali ini mengenai Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar. Baca dan simaklah secara seksama.

  1. Sebelum menggunakan kompor ada baiknya periksa sekali lagi apakah ada kebocoran pada regulator ke kompor atau ada yang tidak beres dengan kinerja selang dan sebagainya. Basuhlah bagian bagian yang dapat berpotensi mengalami kebocoran misalnya regulator dan selang. Jika air sabun tersebut muncul gelembung gelembung dan bau gas, Maka bisa dipastikan ada bahaya gas elpiji berupa kebocoran yang harus segera anda tangani.
  2. Jangan menggunakan kompor gas lebih dari 4 jam. Waktu yang terlalu lama menyebabkan gas elpiji terus mengalami peningkatan suhu yang sebenarnya tidak baik bagi kondisi gas itu sendiri . Berilah jedah waktu untuk gas beristirahat agar ketika digunakan kembali kinerjanya tetap maksimal dan bahaya gas elpiji dapat dicegah secara dini.
  3. Membiasakan untuk menggunakan semua peralatan dari gas elpiji yang telah memiliki standarisasi keamanan SNI yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah misalnya selang, regulator dan sebagainya agar terhindar sedini mungkin dari kemungkinan bahaya gas elpiji.
  4. Gunakan sarung pentup atau masker mulut ketika sedang memasang regulator gas elpiji agar terhindar dari gas yang kemungkinan memiliki radiasi yang bisa masuk kerongga mulut dan hidung. Pada sebagian orang mengalami sakit jkepala dan mual setelah tanpa sengaja menghirup gas elpiji dalam jumlah yang sedikit saja.
  5. Diwajibkan meletakkan kompor beserta tabung gas elpiji pada lokasi yang memiliki sirkualsi udara yang baik dan pada lantai yang kuat atau datar. Sebaiknya pintu dibuka lebar agar udara mengalami pergantian dan terhindar dari bahaya gas elpiji berupa bau menyengat akibat kebocoran yang menguap tidak bisa keluar.
  6. Gunakan regulator pada katub tabung dengan tepat dan tidak terburu buru agar tidak mudah terlepas ketika kompor sedang digunakan untuk memasak. Knob regulator harus berada pada posisi kebawah.
  7. Jangan biarkan selang mendapat tekanan dari benda berat atau tertindih apapun agar kinerja selang dalam mengalirkan gas kekompor tidak mendapat halangan.
  8. Membiasakan diri untuk selalu mengontrol kondisi kompor dan gas elpiji agar ketika terjadi kebocoran diluar dugaan maka antisipasi untuk pencegahan ledakan dari gas elpiji dapat segera dikendalikan.
  9. Rajin mempertahankan kondisi kompor dan lantai tetap dalam kondisi bersih. Ruangan dapur yang bersih dan tertata rapih secara psikologis dapat menggerakan pikiran bawah sadar seseorang untuk bergerak melihat kondisi kompor dan gas elpiji.
  10. Jika terjadi kebocoran segera bukalah regulator dan pindahkan gas keruangan terbuka atau pada tempat yang lapang dan jauh dari rumah. Agar bahaya gas elpiji bisa diminimaliskan maka hindari meletakkan tabung gas pada lokasi yang terdapat api dan listrik karena berpotensi menimbulkan ledakan dan kebakaran.

Demikianlah postingan artikel mengenai Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, anda lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan gas elpiji ini. Karena keamanan dan kualitasnya belum tentu aman, itu diakibatkan karena banyaknya pemalsuan gas elpiji oplosan. Terima kasih dan sampai jumpa kembali di artikel yang lebih selanjutnya.

Cara Menggunakan Gas Elpiji Dengan Benar | Tips Perawatan | 4.5
Leave a Reply