Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan – Pada kesempatan kali ini, admin akan membagikan informasi mengenai Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan. Untuk lebih jelasnya dan lengkapnya, silahkan anda menyimak artikel di bawah ini :

Pemanis buatan adalah pengganti gula sintentik. Pemanis tersebut dapat berasal dari bahan alami, seperti tanaman herba dan hasil olahan gula biasa (gula rafinasi). Pemanis buatan juga dikenal sebagai penambah rasa manis yang kuat karena rasanya jauh lebih manis dibandingkan gula biasa.

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

Zat kimia pengganti gula ini merupakan bahan tambahan yang meniru efek gula dengan jumlah kalori lebih rendah. Industri makanan dan minuman makin banyak mengganti gula atau sirop jagung dengan pemanis buatan di dalam serangkaian produk-produknya. Hal ini disebabkan keuntungan dari penjualan produk dengan pemanis buatan sangat tinggi.

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan :

1. Memperparah Morning Sickness

Mengkonsumsi pemanis buatan selama kehamilan justru bisa memperparah morning sickness yang seharusnya normal menjadi buruk.

Menurut penelitian, kandungan pemanis buatan Aspartam dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu hamil bisa menyebabkan gangguan pada lambung sehingga bisa mengakitbatkan terjadinya perut kembung sampai keracunan lambung. Oleh sebab itu, ada baiknya ibu hamil untuk menghindari saja mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan apapun.

2. Diare

Mengkonsumsi pemanis buatan selama masa kehamilan bisa menyebabkan terjadinya diare. Dalam kondisi parah, diare yang terjadi pada ibu tentu akan berdampak pula pada janin yang dikandung karena ibu yang diare cenderung kekurangan cairan sehingga janin pun akan terkena dampaknya juga.

3. Risiko Kecacatan Pada Janin

Beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, disebutkan bahwa mengkonsumsi pemanis buatan Sakarin selama masa kehamilan berisiko menyebabkan bayi terlahir dalam keadaan cacat.

4. Gangguan Ginjal

Pemanis buatan merupakan zat yang tercipta dari rangkaian berbagai senyawa kimia yang diolah dengan teknik tertentu untuk menghasilkan rasa manis. Ketika kita mengkonsumsinya, secara tidak langsung membuat ginjal harus bekerja ekstra untuk dapat memprosesnya (oleh karena kandungan zat yang tidak dikenali tubuh yang terdapat di dalam pemanis buatan). Kondisi ini sangat tidak baik terutama bagi mereka yang senang mengkonsumsi pemanis buatan dalam jumlah banyak dan waktu yang lama, terlebih jika jarang meminum air putih. Oleh sebab kerja ekstra yang

5. Tumor dan Kanker

Seperti halnya bahaya merokok saat hamil dan bahaya kafein bagi ibu hamil, Mengkonsumsi pemanis buatan Siklamat berisiko menyebabkan tumor dan kanker karena Siklamat sendiri merupakan pemanis buatan yang bersifat Karsinogenik (berpotensi menyebabkan kanker). Terlebih jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dalam jumlah sedikit maupun banyak. Siklamat berpotensi mengendap dalam tubuh dan sulit untuk disekresikan baik dalam bentuk keringat, urin, maupun tinja. Oleh sebab itu, hindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan ini sebisa mungkin.

Beberapa bahan pemanis buatan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman :

1. Sucralosa

Dihasilkan dari sukrosa dan memiliki rasa manis 600 kali dibandingkan gula. Bahan ini biasa digunakan pada produk makanan yang dipanggang atau digoreng. Konsumsi harian sucralosa yang ideal adalah sebanyak 5 mg/kg berat badan.

2. Acelsufam potassium

Bahan ini sangat stabil dalam temperatur tinggi dan mudah larut sehingga sesuai dipakai dalam banyak produk makanan. Batasan konsumsi harian yang disarankan adalah 15 mg/kg berat badan.

3. Neotam

Kandungan neotam menyatu dan membentuk rasa manis yang unik. Pemanis buatan ini banyak digunakan pada makanan rendah kalori dan penambah rasa dalam makanan lain. Secara kimia, kandungannya hampir sama seperti aspartam, namun rasanya 40 kali lebih manis dari aspartam. Dibandingkan dengan gula rafinasi, tingkat kemanisan neotam mencapai 8.000 kali lebih tinggi. Neotam dapat dikonsumsi hingga 18mg/kg berat badan dalam sehari.

4. Aspartam

Bahan ini digunakan sebagai pemanis dalam permen karet, sereal sarapan, agar-agar dan minuman berkarbonasi. Rasa manisnya mencapai 220 kali lebih manis daripada gula biasa. Asupan yang dapat diterima tiap hari sebesar 50 mg/kg berat badan. Kandungan aspartam terdiri atas asam amino, asam aspartat, fenilalania, serta sedikit etanol.

5. Sakarin

Rasa manis yang dihasilkan mencapai 200-700 kali lebih tinggi daripada gula biasa. Pemakaian sakarin dalam sekali penyajian untuk makanan olahan tidak boleh melebihi 30 mg sedangkan untuk minuman juga tidak lebih dari 4 mg/10 ml cairan.

Ada sebuah pertanyaan mendasar. Apakah ada dampak buruk pemanis buatan dalam makanan dan minuman kita?

  • Selama ini, pemanis buatan terus dihujani oleh kritik karena adanya dugaan bahwa penambahan pemanis buatan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Sakarin diduga memiliki kandungan karsinogen yang menyebabkan kanker, meski hal ini belum terbukti dengan pasti. Sakarin dinyatakan sebagai karsinogen lemah yang aman bagi manusia. Kemungkinan bahaya lain dari sakarin adalah reaksi alergi dari kandungan di dalamnya yaitu sulfonamid. Sulfonamid bisa juga ditemukan di beberapa jenis antibiotik dan pada beberapa orang yang mengkonsumsinya dapat menyebabkan alergi dengan gejala seperti kulit ruam, pusing, diare, dan kesulitan bernapas.
  • Sementara itu, pemanis buatan aspartam menjadi pengganti gula yang paling kontroversial. Saat suhu aspartam sangat tinggi, alkohol kayu di dalam aspartam berubah menjadi formalin yang berbahaya bagi tubuh. Zat aspartam akan ikut tercerna di dalam lambung sehingga pada nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk yang tidak sama dengan bentuk struktur awal. Ini alasannya kenapa aspartam tidak bisa dikonsumsi seseorang yang mengalami gangguan metabolisme karena dikhawatirkan tidak akan tercerna dengan sempurna.
  • Kecurigaan adanya masalah kesehatan akibat konsumsi pemanis buatan sucralose, neotam, dan acelsufame potassium juga masih diselidiki oleh banyak peneliti. Sejauh ini, penelitian belum membuahkan kepastian sehingga pemanis alami itu tetap dinyatakan aman untuk dikonsumsi manusia bahkan untuk wanita hamil sekali pun.
  • Pemanis buatan menjadi alternatif menarik sebagai pengganti gula karena tidak menambah kalori dalam makanan. Ini menjadi pilihan yang baik terutama untuk mengendalikan berat badan dan penderita diabetes. Namun kita harus mengetahui bahwa masih terdapat perdebatan terhadap bahayanya. Karena itu, kita perlu mengikuti aturan asupan harian untuk pemanis buatan ini agar kesehatan kita tetap terjaga. Jika kita curiga mengalami gejala akibat penggunaan pemanis buatan, menghentikan penambahan zat-zat ini ke dalam makanan menjadi cara terbaik untuk memastikannya.

Demikianlah postingan artikel mengenai Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan pada kali ini. Semoga bermanfaat dan dengan adanya artikel di atas, pengetahuan dan wawasan anda semakin bertambah khususnya pada dunia kesehatan. Sekian dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan | Tips Perawatan | 4.5
Leave a Reply